“Gracilaria verrucosa juga mengandung senyawa antiinflamasi. Inilah yang berfungsi sebagai bahan terapi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Reynafa menerangkan, temperatur udara di Indonesia yang cenderung panas dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya bagi kulit manusia.
Karena mikroorganisme berbahaya seperti Staphylococcus spp. dan Streptococcus spp. umumnya tumbuh pada saat kemarau.
“Suburnya mikroorganisme tersebut biasanya menimbulkan penyakit kulit, berupa rasa gatal dan ruam kemerahan,” paparnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, gadis kelahiran Nganjuk ini berinisiatif untuk mengolah gracilaria verrucosa menjadi losion yang dapat mengatasi ruam kemerahan pada kulit.
“Gracilaria verrucosa mampu menghasilkan agar-agar yang dapat diaplikasikan sebagai agen pengental, pengemulsi, dan stabilitator,” jelasnya.
Agar dapat diolah menjadi losion, Gracilaria verrucosa perlu ditambahkan senyawa tambahan, seperti fenol dan vitamin B12. Reynafa menuturkan bahwa fenol dapat berfungsi sebagai zat antibakteri dan antioksidan.
Lebih rinci, fenol dikatakan dapat melindungi kulit dari kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti suhu udara yang panas atau kelembapan yang tinggi.
Berbeda dengan fenol, Reynafa menerangkan bahwa vitamin B12 mengandung zat antiinflamasi yang tinggi, sehingga mampu memelihara proses metabolisme sel.
“Vitamin B12 berperan untuk mempertahankan sistem imun tubuh dan menghambat peradangan,” ucapnya.
Selanjutnya, mahasiswi angkatan 2020 tersebut memaparkan proses pengolahan Gracilaria verrucosa hingga menjadi losion. Gracilaria verrucosa dicuci menggunakan air demineralisasi agar bebas dari kontaminasi.
Usai dicuci, Gracilaria verrucosa direndam dan dihomogenkan dengan air demineralisasi rasio 1:1 hingga terbentuk pasta Gracilaria verrucosa.
Proses dilanjutkan dengan mencampur bahan dasar losion yang terdiri dari asam stearat, parafin cair, pengemulsi, cetyl alcohol, pasta Gracilaria verrucosa, gliserin, trietanolamin (TEA), dan air demineralisasi. Reynafa melanjutkan, campuran tersebut akan membentuk formula losion dalam fase minyak dan fase cair.
“Setelah itu, keduanya akan dicampur menggunakan vortex mixer dengan suhu 70 - 75 derajat celcius,” imbuhnya.