SURABAYA - Lima SMA Negeri 2 (SMADA) Surabaya berhasil melahirkan inovasi Elderly Monitoring System With Artificial Intelligence (EMS-AI).
Diketahui, EMS-AI adalah sistem monitoring untuk mengawasi orangtua yang hidup mandiri tanpa keluarga pendamping.
Kelima mahasiswa itu adalah Muhammad Rezqy Agung, Fazil Sabillarasyad, Muhammad Thufail Addausy, Hernawan Santosa, dan Ayman Nawwaf Alfina.
Inovasi EMS-AI yang dibuat membawa mereka ke Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx).
Mereka mencatatkan sukses ganda dengan mengantongi dua penghargaan sekaligus. Yaitu medali perak kategori Medical and Internet of Things (IOT) dari National Research Council of Thailand (NRCT).
NRCT sendiri adalah organisasi pemerintah di bawah Perdana Menteri yang mempromosikan dan mendukung penelitian, penemuan, inovasi, dan transfer teknologi kepada pengguna terkait, baik sekotr swasta maupun negeri.