Syaratnya melakukan investasi di bidang pendidikan agar masa tua generasi muda bisa lebih enak.
"Jadi investasi dan kembangunan memang tidak boleh ditunda, dan instrumen APBN adalah instrumen yang sangat penting," ungkapnya.
Saat ini sendiri setidaknya ada 11 pembangunan proyek perguruan tinggi keagamaan negeri yang dibangun dari dana pinjaman Islamic Development Bank senilai Rp7,3 Triliun, meliputi UIN Alauddin, UIN Sunan Gunung Jati Cirebon, UIN Raden Patah Palembang, UIN Wali Songo Semarang, UIN Mataram, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Nasional Raden Intan Lampung, IAIN Sultan Thaha Jambi, IAIN Antasari Banjarmasin, IAIN Imam Bonjol Padang, dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
"Itu kita bangun dengan uang negara memang dipinjami dulu, tapi kita bayar pakai uang negara. Total pinjaman kita dari Islamic Development Bank sebesar 7,3 triliunan untuk pinjaman sekarang, yang masih aktif 2,75 triliun yang tidak aktif sudah kita bayar kembali," bebernya.
Sementara dari dana pinjaman Saudi Fund Development, pemerintah mengalokasikannya dengan membangun tiga proyek yakni kampus III UIN Malang, kampus UIN Jakarta, dan rumah sakit Universitas Bengkulu.