3. Webster
Webster menjelaskan bahwa pluralisme merupakan suatu keadaan sosial yang hadir di dalam keberagaman agama, ras, dan etnis yang mempertahankan tradisi berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Gerald O’Collins & Edward G. Farrugia
Menurut Gerald O’Collins & Edward G. Farrugia pengertian pluralisme adalah cara pandang fisiologis yang tidak menggambarkan semua prinsip maupun keyakinan pribadi.
Akan tetapi, ketersediaan untuk bisa menerima berbagai macam perbedaan atau keragaman yang ada. Ruang lingkup dari pluralisme menurut Gerald O’Collins & Edward G. Farrugia adalah politik, budaya, dan agama.
(Natalia Bulan)