MALANG - Bupati Malang menginstruksikan agar pengawasan lembaga pendidikan diperketat pasca sejumlah kejadian kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah dan pondok pesantren (Ponpes).
Bahkan pihaknya sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan pengasuh Ponpes se-Kabupaten Malang.
"Sudah saya kumpulkan semua Ponpes-Ponpes dan pengasuh sebanyak 600, kita lakukan untuk mengawasi, jangan sampai terjadi kekerasan lagi," kata Bupati Malang Sanusi saat ditemui di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Madrasah Diniyah di Ponpes An-Nur 2, Malang, pada Kamis siang (22/12/2022).
Pengawasan yang dimaksudkan Sanusi yakni dengan memperketat setiap pergerakan anak didik dan santri di lingkungan sekolah maupun ponpes.
Hal ini demi mencegah kasus-kasus serupa baik bullying, kekerasan, dan pelecehan seksual di sekolah muncul.
"Pengawasan dari pondok untuk diperketat, semuanya diperketat. Kalau pondok ini kewenangannya Kemenag jadi kemenag saya minta suruh ngawasin," tegasnya.
Sebagai informasi, beberapa hari ini sejumlah kasus kekerasan dan bullying di sekolah di Kabupaten Malang bermunculan.