"Kalau pun ada terlambat dijadwalkan tidak hadir, mungkin karena magang atau sakit, kami buka gelombang pengambilan berikutnya, untuk dia bisa ambil," ujar dia.
Pada proses pengambilan buku tabungan tersebut, Disbudporapar Surabaya juga berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Dinas Pendidikan Provinsi (Dindik) Jawa Timur.
"Jadi informasi undangan pengambilan buku tabungan kami sampaikan ke MKKS SMA/SMK dan berkoordinasi Dindik Jatim untuk diteruskan kepada siswa," kata dia.
(Natalia Bulan)