“Terima kasih kepada seluruh anggota Capra Pala yang turut memeriahkan perayaan HUT," ujar Fafa di Baturraden, Minggu (13/11/2022).
Pohon berguna memberikan oksigen dan udara bersih untuk manusia. Pohon juga bisa menjadi sumber makanan sekaligus memerangi perubahan iklim.
“Kami menyebutnya Oxygen Invest. Dengan menanam pohon, kita sudah berusaha membuat dunia lebih sehat untuk kehidupan masa depan,” ujarnya.
Dia berharap, aksi ini akan bergaung, sehingga memacu kesadaran kolektif tentang pentingnya menanam pohon bagi kehidupan anak cucu kelak.
“Mari kita lestarikan alam untuk kehidupan kita bersama,” kata Fafa.
Salah satu Anggota Luar Biasa Capra Pala, Puji Astuti mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan seluruh rangkaian perayaan HUT ke-45 Capra Pala.
"Kalian luar biasa. Semoga acara ini semakin merekatkan persaudaraan anggota Capra Pala," kata Alumni Fapet Unsoed angkatan 1989 ini.
Capra Pala lahir di Purwokerto pada 10 November 1977.
Saat itu, perkembangan minat dalam bidang kepencintaalaman di Indonesia pada tahun 1970-an, berhubungan erat dengan revolusi industri di berbagai belahan dunia terutama bagi negara-negara berkembang.
Pada saat itu bermunculan organisasi pecinta alam sebagai reaksi dari keadaan tersebut.
Sama halnya dengan mahasiswa Fapet Unsoed, mereka yang memiliki hobi kepecintaalaman mulai merintis berdirinya organisasi pecinta alam. Perintisan ini diprakarsai oleh beberapa orang mahasiswa yang gemar berdiskusi hingga larut malam dan mempunyai rasa persaudaraan tinggi.
Mereka menamakan dirinya Midnight Man, yang dimotori oleh Noor Singgih Prodjodipuro.
Pada tahun 1977 baru direalisasikan oleh Ketua Senat Mahasiswa Fapet Unsoed, Pratiwanggono Purwosuprodjo bersama pencetus ide dan merupakan organisasi pertama kali di lingkungan Unsoed.