Ketika di tengah hutan, raja ingin buang air dan ditampungnya air kencing raja di batok kelapa.
Setelah itu, datanglah Celeng Wayung Hyang yang sedang kehausan lalu meminumnya.
Seketika, babi jelmaan Dewi hamil dan melahirkan seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi yang kemudian diangkat anak oleh Raja Sungging padahal putri tersebut anak biologisnya.
Pada suatu hari, ketika Dayang Sumbi asik menenun lalu tempat kainnya terjatuh dan ia malas untuk mengambilnya.
Dayang Sumbi lalu berkata, siapapun yang mengambil tempat kainnya itu, jika laki-laki akan dijadikan suami dan jika perempuan maka akan dijadikan saudara.
Ternyata, Si Tumang yang mengambilkan tempat kain tersebut. Dayang Sumbi pun memenuhi janjinya dan menjadikan anjing itu sebagai suaminya.
Dari perkawinannya, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang.
Tanpa sengaja ketika berburu, Sangkuriang menghunuskan anak panah ke Tumang dan menyerahkan hatinya untuk dimasak oleh ibunya.
Dayang Sumbi sangat marah dan Sangkuriang lari menghilang. Pada suatu hari mereka dipertemukan dan saling jatuh cinta.
Tak lama kemudian, Dayang Sumbi mengetahui kekasihnya adalah anaknya sendiri.
Dayang Sumbi memberikan syarat yang mustahil dilakukan oleh Sangkuriang apabila ingin menikahinya yaitu dengan dibuatkan danau dan perahu dalam semalam.
(Natalia Bulan)