Akibatnya, anak-anak PMI tersebut hanya dapat bersekolah di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Mekkah (SIM), karena sekolah lokal di Arab Saudi tidak mau menerima siswa berstatus overstayer.
Hal tersebut yang membuat peluang anak-anak PMI meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi sangat terbatas. Padahal, secara akademis, banyak dari anak-anak PMI berprestasi.
"Kerja sama ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan di kalangan PMI, sehingga tidak perlu menjadi pemukim ilegal di luar negeri," kata Eko Hartono.
(Natalia Bulan)