"Semisal itu ada dari data medis terdahulu itu langsung terbuka. Kami menggunakan template-template sederhana, misalkan data riwayat terdahulu, identitas pasien, suhu tubuh, tapi untuk pembacaan sidik jari sudah 90 persen valid sudah bisa diakses," paparnya.
Kini setelah lolos PKM KC, kelima mahasiswa UMM ini tengah berjuang untuk mematenkan hak kekayaan intelektual (HaKI).
Tak hanya itu, timnya disebut Anwar berupaya menyempurnakan bentuk bolpoin pintar agar lebih kecil dan menyerupai bolpoin pada umumnya.
"Harapannya alat ini bisa terekonstruksi agar alat ini bisa dipakai oleh tenaga medis dan membantu masyarakat, agar lebih cepat agar tidak tergantung pada sistem kartu saja. Dengan teknologi ini diharapkan membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit," pungkasnya.
(Natalia Bulan)