"Jadi Mark upnya perpaket seragam nilainya Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Jadi sekolah bisa untuk puluhan juta dari pengadaan seragam ini,"terang dia.
Modus yang digunakan adalah pengadaan seragam tersebut dilakukan oleh Paguyuban Orang Tua (POT). Namun setelah diselidiki ternyata ada sekolah di belakang POT tersebut. Di mana pihaklah yang menentukan harga seragam.
"Hal yang paling terlihat adalah pembayaran tersebut melalui Bendahara sekolah,"ujarnya.
Selain itu juga ada toko yang mereka tunjuk untuk bekerjasama dalam pengadaan seragam siswa tersebut.
Fakta tersebut mereka temukan setelah melakukan investigasi ke toko dengan berpura-pura menjadi pembeli. Di toko tersebut mereka menemukan sudah menyediakan seragam bersekolah.
(Natalia Bulan)