YOGYAKARTA - Ombudsman republik Indonesia (ORI) DIY masih menemukan praktek jual beli seragam yang dilakukan oleh sekolah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 kemarin. Dari praktik tersebut, potensi keuntungan yang diambil sekolah-sekolah di DIY mencapai Rp 10 miliar lebih.
Ketua ORI DIY, Budi Masturi menuturkan untuk PPDB kemarin pihak memang melakukan pemantauan secara khusus baik pra PPDB ataupun paska PPDB. Beberapa hal yang menonjol mereka temukan selama proses PPDB tersebut. Dan temuan ini sebenarnya sudah mereka sampaikan ke Pemerintah.
BACA JUGA:Diduga Marak Pungli di Sekolah, FAGI Minta Gubernur Bentuk Tim Investigasi
Salah satu yang menonjol adalah praktek jual beli seragam oleh sekolah. Di mana mereka menemukan beberapa modus dilakukan oleh pihak sekolah untuk 'melakukan' praktek jual beli seragam sekolah tersebut. Modus tersebut tentu untuk menyiasati adanya peraturan larangan jual beli seragam oleh sekolah.
"Aturan jual beli seragam oleh sekolah tersebut sebenarnya cukup banyak,"kata dia, Senin (26/9/2022).
Praktek jual beli seragam sekolah ini hampir terjadi di semua kabupaten/Kota di DIY. Pihak sekolah melakukan markup harga jual seragam dengan beberapa cara. Di antaranya adalah bekerjasama dengan pihak toko ataupun koperasi.
Pihak toko sendiri sengaja diundang untuk ke sekolah guna menjelaskan jenis seragam dan juga harganya kepada walimurid atau orangtua siswa. Tentu saja sebelumnya sudah ada kesepakatan Mark up harga jual seragam sekolah tersebut