Kebiasaan Overthinking Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja

Haliza Nurdilla , Jurnalis
Selasa 13 September 2022 10:52 WIB
Ilustrasi overthinking/Unsplash
Share :

Di Indonesia tercatat sebanyak 95,4% pernah mengalami gejala kecemasan, 88% pernah mengalami gejala depresi dan 96,4% menyatakan kurang memahami cara mengatasi stres akibat masalah yang dialami selama di usia 16-24 tahun.

Permasalahan remaja ini erat kaitannya dengan kebiasaan overthinking yang tidak lagi terkontrol sehingga benar-benar merusak mental dan fisik.

Dikutip dari Morin (2019) bahwa tanda-tanda mengalami overthinking yaitu sering kali memikirkan kejadian memalukan yang telah dialami, kesulitan untuk beristirahat karena pikiran terasa tidak mau berhenti berpikir, menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan maksud tersembunyi dari perkataan orang atau peristiwa yang terjadi, padahal belum tentu ada makna tersembunyi dari hal itu.

Juga memikirkan berulang-ulang semua hal yang berharap untuk dikatakan atau tidak ketika akan berbicara dengan orang lain, selalu mengingat kesalahan-kesalahan di masa lalu, dan akhirnya menyesalinya, terus kepikiran ketika seseorang berbicara atau bertindak dengan cara yang tidak disukai, terlalu menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya tidak dapat dikendalikan dan sulit mengalihkannya.

Jika terindikasi mengalami hal-hal tersebut maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya yaitu coba pahami bagaimana overthinking mempengaruhi suasana hati, lalu kuasai kesadaran diri untuk mengubah pola pikir; ketika sadar telah overthinking, coba pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam, lakukan berulang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya