Selain itu, peluang ekonomi kreatif yang dilakuka oleh para santri sangat terbuka lebar.
Hal itu bisa bisa membuka peluang usaha maupun lapangan kerja.
"Terbuka peluang karena Indonesia sekarang posisi 3 besar dunia dengan Rp 1.300 triliun santri-santri ini total ada 5 juta dengan 28 ribu Pesantren. Saya melihat perbedaan di sini pendekatannya ini ada kualitias yang diutamaka dan menurut saya ini pendekatan sangat tepat dalam menciptakan peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja ke depan karena ekonomi kreatif menciptakan 700 ribu lapangan kerja baru untuk tahun ini," ungkapnya.
Karena itu, pihaknya akan menyandingkan progran Pesantren ini dengan program Santri Digital Preneur.
Diharapkan, Pesantren Ruhama Al Fajar menjadi contoh Pesantren lain di sektor ekonomi kreatif.