Selain PSM ITS, beberapa pesaing dari universitas di seluruh Indonesia juga turut mengikuti kompetisi ini.
“Kendati persaingan cukup ketat, kami tetap optimistis dan berupaya memberikan hasil terbaik,” tandasnya.
Menjadi kompetisi daring kedua yang diikuti oleh PSM ITS, Wasis berujar bahwa mereka telah mempersiapkan diri sejak dua bulan sebelum pelaksanaan.
Persiapan dimulai dari penentuan lagu yang dibawakan, rangkaian proses audisi, hingga latihan rutin sebelum kompetisi.
“Menjelang perlombaan, kami melakukan latihan hampir setiap hari,” jelasnya.
Disampaikan oleh Wasis, beberapa saat setelah PSM ITS tampil, dewan juri terpukau dan memberikan respons positif karena kualitas suara yang dimiliki anggota tim sangat bagus.
Disinggung mengenai kendala, lelaki asal Kota Pahlawan tersebut mengungkapkan bahwa hambatan paling besar datang dari waktu persiapan yang singkat dan jadwal latihan yang padat.
Atas prestasi gemilang ini, Wasis banyak menyampaikan terima kasih atas dukungan Dr Ing Ir Bambang Sumardiono selaku Pembina PSM ITS.
Wasis berharap PSM ITS dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih ke depannya.
“Semoga kami dapat melebarkan sayap di kompetisi mancanegara atau ajang bergengsi dunia lainnya,” pungkasnya penuh harap.
(Natalia Bulan)