Ia dikenal dengan julukan Bapak Aljabar Modern. Salah satu karyanya adalah menciptakan sistem aljabar.
Istilah aljabar berasal dari karya Al Khawarizmi yang berjudul Hisab Al Jabir Wal Mukabalah atau saat ini disebut kalkulasi integral dan persamaan.
Istilah algorisme yang berarti sistem persepuluhan merupakan ucapan orang barat kepada Al Khawarizmi.
Berkat penemuannya ini, simbol bilangan 1-9 dan angka nol yang kemudian disebut sistem algorisme ini mampu memecah kesulitan simbol yang saat itu masih menggunakan angka Romawi.
2. Abu Wafa Al Buzjani
Al Buzjani merupakan tokoh Islam di bidang matematika dan astronomi.
Ia lahir di kota kecil Buzjan, Nishapur pada 940 M.
Sejak kecil, kecerdasannya sudah terlihat serta minatnya di bidang ilmu alam.
Al Buzjani berhasil mengembangkan beberapa teori penting seperti geometri dan trigonometri.
Pada ilmu geometri, ia memberikan kontribusi signifikan bagi pemecahan soal geometri dengan kompas.
Ia juga mengajukan beberapa rumus penting dalam trigonometri. Selain itu, ia adalah orang pertama yang menunjukkan adanya teori relatif segitiga parabola.
Banyak buku serta karya ilmiah yang dihasilkannya.
Karyanya dalam bentuk karya ilmiah antara lain Kitab Ilm al-Hisab (Buku Praktis Aritmatika). Al Buzjani meninggal dunia di Baghdad pada 997 M.