Profil dr. Sardjito, Dokter Sekaligus Rektor yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Rumah Sakit

Maria Alexandra, Jurnalis
Senin 13 Juni 2022 10:06 WIB
Dr. Sardjito/Wikipedia
Share :

Ia merupakan putra dari seorang guru. Ayahnya, Mohamad Sajid, guru di Pemalang dan menjadi guru HIS di Bondowoso.

Sardjito menyelesaikan pendidikan formalnya di Sekolah Belanda Lumajang.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) dan lulus tahun 1915.

Setelah lulus dari STOVIA, ia diangkat menjadi dokter pada dinas kesehatan kota (Burgerlijke Geneeskundige Dienst) di Batavia.

Kurang lebih satu tahun bekerja di STOVIA, dr. Sardjito kemudian pindah ke Institut Pasteur di Bandung sampai tahun 1920.

Ia menjadi seorang peneliti di tim penelitian khusus tentang influenza. Ia meriset influenza selama satu tahun, dari tahun 1918 sampai 1919.

Pada masa itu, influenza merupakan suatu hal yang menakutkan bagi masyarakat.

Pada 1920, dr. Sardjito melanjutkan studi ke Belanda, yakni di Universitas Amsterdam.

Dengan pengalaman riset yang dimilikinya membuat Sardjito mampu menyelesaikan pendidikan dalam waktu satu semester.

Semangatnya akan belajar begitu tinggi hingga ia mengajukan proposal studi untuk tingkat doktoral.

Pada jenjang doktoralnya, ia kembali mengembangkan studi yang berkaitan dengan penyakit tropis.

Dr. Sardjito lulus ujian tingkat doktor pada tahun 1923.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya