Demikian juga saat terbentuknya BPUPKI dan PPKI oleh pemerintahan Jepang yang anggotanya diisi oleh tokoh-tokoh nasional yang sebelumnya merupakan pimpinan partai politik.
Sehingga dengan demikian peran para tokoh yang sebelumnya berada dalam partai-partai politik masa Belanda semakin mampu menemukan wadahnya untuk berkontribusi pada rakyat meski “wadah” kepartaian sendiri tidak terwujud : dengan kata lain mereka mengambil peran dalam program-program yang dibentuk oleh Jepang.
Keberadaan partai politik sejatinya ialah yang telah melahirkan demokrasi bagi bangsa ini melalui fakta bahwa mereka itu yang telah memperjuangkan Indonesia dari masa kolonial, sempat terbungkam dan bergerak terselubung di masa Jepang mapun menjadi wadah dinamika pemerintahan di masa awal kemerdekaan.
(Natalia Bulan)