"Itu dulu saya rintis sejak SMA, berjualan kepada teman teman saat waktu istirahat tapi menggunakan sistem pre-order, gitu. Setelah mendaftarkan diri di UNS dan menunggu pengumuman, (saya) buka usaha ini dan tidak berekspektasi sebesar ini," ujar Pandam ketika memperkenalkan profil Miyago Naknan kepada Bahlil.
Ia mengatakan bahwa dari hasil berjualan mi ayam goreng sudah mampu membiayai kuliah dan operasionalnya sendiri.
Pandam yang mendapat kesempatan beruntung berbincang bersama Bahlil lantas menceritakan bahwa ia sudah memiliki tiga outlet Miyago Naknan.
Namun, outlet yang terletak di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo memerlukan dana sekitar Rp 30 juta untuk pembangunan dua lantai.
"Jadi nanti rencana yang bawah parkiran, atas tempat makan. Karena tempatnya benar-benar di pinggir jalan dan bising," tutur Pandam.
Mendengar pengakuan Pandam soal besarnya omzet yang ia terima, Bahlil lantas menawarkan diri menjadi investor di Miyago Naknan.