JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan pemerintah saat ini harus menyiapkan 3 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya.
Hal tersebut amat penting karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi generasi muda pada 2030 mendatang.
"Kebijakan pemerintah dalam pembangunan manusia dan kebudayaan diarahkan untuk menghadirkan SDM unggul, berkualitas dan berkarakter Pancasila. SDM unggul itu produktif, inovatif, daya saing kuat, berjiwa Pancasila," ujar Muhadjir Effendy, dalam webminar Kick Off Pembentukan Brida Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rabu (20/4/2022).
Ia menyebutkan betapa pentingnya menyiapkan SDM unggul ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Apalagi Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi di 2030. Setelahnya itu baru kita menuju dominasi penduduk yang tua.
"Waktunya sangat pendek jika kita hendak mengambil momentum bonus demografi ini. Usia produktif belum tentu bisa bekerja produktif dan memberikan sumbangsih yang produktif," terang Muhadjir Effendy.
Baca juga: Jalur Darat Jadi Favorit Pemudik, Menko PMK: Apa Artinya Mobil Baru Kalau Tak Dibawa Mudik
Generasi muda tersebut akan menentukan apakah Indonesia bisa melakukan lompatan untuk menjadi negara maju. Muhadjir Effendy mengingatkan pendapatan tanggung (middle income trade) yang harus dihindari oleh semua negara dengan bonus demografi termasuk Indonesia.
"Bonus demografi ini hanya jarang sekali datang. Kita lihat contohnya di Jepang di sana lebih banyak penduduk tua daripada muda. Generasi muda yang produktif sibuk dengan pekerjaan dan tidak ingin memperbanyak jumlah anak. Bahkan di negara maju ada double income no kids. Ini menjadi trend baru di dunia maju, dan mulai terjadi di eksekutif muda di Indonesia," ungkap Muhadjir Effendy.
Hal tersebut kata Muhadjir Effendy menyebabkan Aging Population. Sehingga warga yang produktif menjadi tua semakin banyak.
"Namun aging population ini apabila tidak memiliki celengan atau saving untuk hari tuanya maka hidupnya akan bergantung pada negara. Tantangannya sangat berat memanfaatkan bonus demografi," jelas Muhadjir Effendy.