Susunan Kebutuhan menurut Teori Abraham Maslow, Apa Saja Isinya?

Alyssa Nazira, Jurnalis
Senin 11 April 2022 17:15 WIB
Susunan kebutuhan menurut teori Abraham Maslow. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Susunan kebutuhan menurut Teori Abraham Maslow tampaknya perlu dipahami. Setiap individu pastinya memiliki suatu hal yang harus dipenuhi dalam hidupnya.

Hal tersebutlah yang disebut dengan kebutuhan. Dengan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, membuat setiap individu tersebut memiliki kemauan atau motivasi untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Ada berbagai macam teori mengenai kebutuhan, salah satunya teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, yaitu teori hierarki kebutuhan. Secara besar, Abraham Maslow berpendapat bahwa kebutuhan menjadi alasan terbentuknya motivasi pada diri seorang individu untuk melakukan semua hal atau kegiatan, yang sekiranya dapat menopang individu tersebut dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

BACA JUGA:Demo Mahasiswa Ricuh, Tol Depan Gedung DPR Ditutup!   

Pemikiran hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow menerapkan observasi terhadap perilaku monyet. Berdasarkan pengamatannya, ia menyimpulkan bahwa beberapa kebutuhan semakin diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Contohnya jika individu merasa haus, karenanya individu akan cenderung untuk mencoba memuaskan dahaga. Individu dapat hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu, tetapi tidak tanpa cairan. Individu hanya dapat hidup selama beberapa hari saja karena kebutuhan akan cairan semakin kuat daripada kebutuhan akan makan.

Kebutuhan-kebutuhan itu sering disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan. Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu :

1. Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan fisiologis menjadi kebutuhan paling dasar pada setiap individu, dan merupakan kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Contoh kebutuhan fisiologsi seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen.

2. Kebutuhan akan Rasa Lepas dari Bahaya

Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka muncullah apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan akan rasa lepas dari bahaya. Kebutuhan akan rasa lepas dari bahaya ini seperti rasa lepas dari bahaya fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana dunia. Kebutuhan ini berlainan dari kebutuhan fisiologis, karena kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi secara total. Manusia tidak pernah dapat dijaga sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya