Susunan Kebutuhan menurut Teori Abraham Maslow, Apa Saja Isinya?

Alyssa Nazira, Jurnalis
Senin 11 April 2022 17:15 WIB
Susunan kebutuhan menurut teori Abraham Maslow. (Foto: Freepik)
Share :

3. Kebutuhan akan Rasa Memiliki dan Kasih Sayang

Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa lepas dari bahaya telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan ini meliputi hal-hal seperti dorongan untuk bersahabat, hasrat memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga, serta kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Seorang individu yang kebutuhan cintanya sudah relatif terpenuhi semenjak kanak-kanak, tidak akan merasa panik ketika menolak cinta. Ia akan memiliki keyakinan bahwa dirinya akan diterima orang-orang yang memang penting untuk dirinya. Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tidak akan merasa hancur.

4. Kebutuhan akan Penghargaan

Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, manusia akan lepas untuk mengejar kebutuhan akan penghargaan. Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang semakin rendah dan semakin tinggi. Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, seperti kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi. Kemudian, kebutuhan yang tinggi ialah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan paling tinggi yang ditemukan Maslow.

5. Kebutuhan akan Aktualisasi Diri

Tingkatan terakhir dari kebutuhan dasar Maslow ialah aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tapi melibatkan hasrat yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow menggambarkan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk makin diproduksi menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, diproduksi menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi, akan tapi selama tahun 1960-an, ia menyadari bahwa banyak anak muda di Brandeis memiliki pemenuhan yang cukup terhadap kebutuhan-kebutuhan semakin rendah seperti reputasi dan harga diri, tapi mereka belum juga dapat sampai aktualisasi diri. 

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya