MENGAPA Eugene Dubois memindahkan penelitiannya ke pulau jawa? Pertanyaan itu mungkin pernah muncul pasa kelas sejarah anda di sekolah. Nama Eugene Dubois memang erat hubungannya dengan penemuan purbakala.
Eugene Dubois atau Marie Eugene Francois Dubois adalah seorang paleontologi yang berasal dari negara Belanda. Ia merupakan seorang tokoh yang pertama kali melakukan penelitian manusia purba di Indonesia pada abad ke-19, atas dasar dugaan bahwa manusia purba lebih menyukai hidup di wilayah dengan iklim tropis yang hangat.
Lantas, Mengapa Eugene Dubois Memindahkan penelitiannya ke Pulau Jawa? Berikut jawabannya.
Menurut sebuah majalah GEOMAGZ Vol. 3 No. 2, Juni 2013, adanya sebuah teori evolusi dan penemuan fosil oleh Darwin sebelum tahun 1881, menjadikan seorang paleontologi bernama Eugene Duobis berusaha untuk mencari mata rantai yang hilang yang secara hipotesis disebut sebagai Pithecanthropus alalus atau manusia kera yang belum dapat bicara.
Baca juga: Menelusuri Kehidupan Seks Kaum Neanderthal, Apakah Manusia Purba Berciuman?
Duobis percaya jika kehidupan manusia purba akan banyak ditemukan di daerah tropis, maka dari itu di tahun 1887 ia pergi ke Indonesia untuk melakukan penelitiannya. Kala itu, Duobis melakukan penelitian di Dataran Tinggi Padang, Sumatera Barat.
Di tahun 1888, seorang bernama B.D. van Rietschoten menemukan sebuah fosil berupa tengkorak manusia yang merupakan spesimen Wadjak 1 yang berlokasi di Gua Gamping sekitar daerah Wajak, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur.
Nah, karena temuan inilah yang menyebabkan Eugene Duobis pada akhirnya memutuskan untuk memindahkan penelitiannya ke pulau Jawa. Duobis mendapatkan persetujuan untuk melakukan penelitian di pulau Jawa pada tanggal 6 Maret 1889. Setelah itu dilakukan penggalian besar-besaran di pinggir sungai Bengawan Solo. Usaha Duobis ini memerlukan waktu kurang lebih 10 tahun, yaitu dari tahun 1890 hingga 1900.