JAKARTA – Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Nugraha Edhi Suyatma, menganalisis air minum dalam kemasan (AMDK) ukuran galon yang terbuat dari Polikarbonat (PC) dan dari Polietilena Tereftalat (PET).
Pasalnya, saat ini banyak muncul pertanyaan di masyakat, sebenarnya yang manakah yang lebih baik untuk dipilih dari kedua kemasan ini.
(Baca juga: Wisuda 1.249 Petani Milenial di Kampus IPB, Ini Harapan Ridwan Kamil)
Menurutnya, untuk membandingkan kedua jenis kemasan galon ini harus dilihat dari beberapa aspek agar lebih adil dan tidak diskriminatif. Karena saat ini banyak muncul pertanyaan di masyarakat soal kedua kemasan tersebut.
Perbandingan bisa dinilai dari aspek karakteristik fungsional kemasan, aspek lingkungan, aspek keamanan pangan, dan aspek ekonomi.
(Baca juga: Nilai UTBK IPB, Berapa Minimalnya Supaya Bisa Kuliah di Bogor?)
“Hasil dari perbandingan PC dan PET ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen dalam memilih produk AMDK dengan galon plastik sesuai kebutuhannya,” ujarnya Jumat (25/3/2022).
Dari sifat fungsional kemasan, Nugraha mengatakan bahwa plastik PC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dari PET. Plastik PC lebih fleksibel, sehingga lebih tahan dari resiko pecah/retak.
Plastik PC juga memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan yang lebih baik dengan suhu transisi gelas (Tg) yang lebih tinggi, sehingga tahan untuk dicuci dengan suhu panas antara 60°-80° C dengan penyikatan menggunakan sikat plastik tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kemasan.
“Kemasan polikarbonat guna ulang sering disebut juga dengan kemasan multitrip karena mengalami banyak perjalanan, yaitu dari pabrik dikirim ke distributor, toko, penjual lalu dibawa ke konsumen, kemudian kemasan kosong dikembalikan lagi oleh konsumen ke penjual untuk dikirimkan ke pabrik dan digunakan ulang,” ulasnya.
Siklus ini kata dia, dapat terjadi berulang-ulang hingga kemasan galon PC dianggap tidak layak lagi karena rusak atau pecah. Sebaliknya, kata Nugraha, galon PET memiliki resiko lebih mudah tergores saat dilakukan pencucian dengan menggunakan sikat.
“Karena kriteria inilah, PC memiliki keunggulan dibandingkan PET karena handal digunakan untuk kemasan guna ulang atau multitrip yang lebih banyak,” ujar peneliti IPB tersebut.
Sementara dari aspek lingkungan, dia menjelaskan, bahwa kemasan guna ulang lebih baik dibandingkan kemasan galon PET. Alasannya, galon PC sama sekali tidak menghasilkan sampah karena kemasan digunakan kembali.
Galon PC juga mengurangi energi yang digunakan untuk mendaur ulang. Menurut Nugraha, pada prakteknya, proses daur ulang memerlukan tahapan yang sangat panjang dari mulai pengumpulan sampah kemasan plastik, pemilahan jenis sampah plastik, proses pengecilan ukuran menjadi potongan-potongan kecil, proses pencucian dan pengeringan, proses ekstrusi (butuh energi panas tinggi) dan proses pencetakan (perlu energi panas yang tinggi).
“Jadi dari aspek lingkungan, kemasan galon PC lebih unggul dibandingkan galon PET karena lebih ramah lingkungan. Kemasan galon PC memiliki guna ulang yang lebih panjang dibandingkan galon dari PET,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )