Dampak Negatif Globalisasi
Dampak negatif globalisasi terbagi dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:
Globalisasi bagi kehidupan masyarakat.
- Gaya hidup barat
Perlu dipahami bahwa tidak semua budaya barat itu baik dan cocok untuk diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya aslinya adalah anak tidak lagi menghormati orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
- Gaya hidup konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang yang melimpah untuk kebutuhan masyarakat. Hal itu membuat orang tertarik untuk mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang tersedia tanpa memikirkan urgensi kegunaannya.
- Perilaku individualistis
Dengan adanya teknologi yang canggih, masyarakat merasa lebih mudah dalam melakukan aktivitas dan membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam aktivitasnya. Sehingga, terkadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
- Kesenjangan sosial
Jika di suatu komunitas warga hanya ada beberapa individu saja yang dapat mengikuti arus globalisasi, hal tersebut akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini mengakibatkan ketimpangan sosial.
- Globalisasi di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.
Perubahan global yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir warga dunia. Ciri-ciri masyarakatnya adalah pragmatisme, hedonisme, primitif, dan konsumerisme.
Hal itu membuat peran warga negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena sudah menjadi tanggung jawab TNI dan Polri.
Bahkan semangat gotong royong, kesetiakawanan, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial memudar sehingga berada dalam keadaan eksklusif.
- Globalisasi di bidang sosial budaya.
Menurunnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup individualisme (mengutamakan kepentingan diri sendiri). Selain itu, nilai-nilai barat lebih mudah masuk ke Indonesia, baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru orang.
Demikian wujud dari dampak positif dan negatif globalisasi bagi Indonesia. Dengan begitu, agar nilai-nilai budaya dan norma masyarakat tidak tergerus dengan globalisasi hendaknya kita lebih peduli dan ikut serta melestarikan budaya Indonesia.
(Awaludin)