Bagaimana Wujud dari Dampak Globalisasi?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Rabu 23 Maret 2022 12:01 WIB
Illustrasi (foto: freepick)
Share :

JAKARTA - Wujud dari dampak globalisasi. Di era teknologi modern seperti saat ini membuat kata globalisasi semakin familiar. Globalisasi berarti suatu realitas khusus dalam peradaban manusia yang aktif dalam warga dunia.

Berdasarkan United Nations Committee for Development Policy, globalisasi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi global sebagai akibat dari asal mula skala pertumbuhan lintas batas perdagangan, komoditas dan jasa, sirkulasi modal internasional dan penyebaran teknologi yang luas dan cepat.

Perlu diketahui, globalisasi memiliki dampak yang harus diperhatikan. Konsekuensi positif dan negatif dari globalisasi dapat mempengaruhi tatanan kehidupan yang ada sedikit banyak.

Lantas, apa saja dampak positif dan negatif dari globalisasi bagi Indonesia? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini :

Dampak Positif Globalisasi

 

Dampak positif globalisasi terbagi dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:

- Globalisasi bagi kehidupan masyarakat.

- Perubahan nilai dan perilaku

- Adanya globalisasi dalam kebudayaan mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai dan perilaku warga dari irasional menjadi rasional.

- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong masyarakat untuk berpikir lebih maju.

- Tingkat kehidupan yang meningkat

Pembukaan industri yang menghasilkan alat komunikasi dan transportasi yang canggih menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

- Globalisasi di bidang regulasi, pertahanan dan keamanan

Ada tuntutan yang berkembang untuk tugas penegakan hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Penguatan supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan pelaksanaan hak asasi manusia.

- Globalisasi di bidang sosial budaya

Globalisasi dapat meningkatkan pembelajaran tentang penerapan nilai-nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, serta ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara maju lainnya. Selain itu, menumbuhkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, memiliki jiwa kemandirian, rasionalitas, sportifitas, dan sebagainya.

- Globalisasi ekonomi sektor perdagangan

Masuknya perdagangan luar negeri menyebabkan defisit perdagangan nasional. Liberalisasi perdagangan barang, jasa, dan komoditi lainnya memberikan peluang bagi Indonesia untuk ikut bersaing memperebutkan pasar perdagangan luar negeri, khususnya produk pertanian, sebagai hasil dari bahan maritim, tekstil, dan pertambangan.

- Globalisasi ekonomi sektor produksi

Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara berkembang dengan pertimbangan keunggulan geografis.

Dampak Negatif Globalisasi

 Dampak negatif globalisasi terbagi dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Globalisasi bagi kehidupan masyarakat.

- Gaya hidup barat

Perlu dipahami bahwa tidak semua budaya barat itu baik dan cocok untuk diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya aslinya adalah anak tidak lagi menghormati orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

- Gaya hidup konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang yang melimpah untuk kebutuhan masyarakat. Hal itu membuat orang tertarik untuk mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang tersedia tanpa memikirkan urgensi kegunaannya.

- Perilaku individualistis

Dengan adanya teknologi yang canggih, masyarakat merasa lebih mudah dalam melakukan aktivitas dan membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam aktivitasnya. Sehingga, terkadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

- Kesenjangan sosial 

Jika di suatu komunitas warga hanya ada beberapa individu saja yang dapat mengikuti arus globalisasi, hal tersebut akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini mengakibatkan ketimpangan sosial.

- Globalisasi di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan.

Perubahan global yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir warga dunia. Ciri-ciri masyarakatnya adalah pragmatisme, hedonisme, primitif, dan konsumerisme.

Hal itu membuat peran warga negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena sudah menjadi tanggung jawab TNI dan Polri.

Bahkan semangat gotong royong, kesetiakawanan, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial memudar sehingga berada dalam keadaan eksklusif.

- Globalisasi di bidang sosial budaya.

Menurunnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup individualisme (mengutamakan kepentingan diri sendiri). Selain itu, nilai-nilai barat lebih mudah masuk ke Indonesia, baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru orang.

Demikian wujud dari dampak positif dan negatif globalisasi bagi Indonesia. Dengan begitu, agar nilai-nilai budaya dan norma masyarakat tidak tergerus dengan globalisasi hendaknya kita lebih peduli dan ikut serta melestarikan budaya Indonesia.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya