Apa Perbedaan Integrasi Nasional secara Politis dan Antropologis?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 14 Maret 2022 13:01 WIB
Bendera Republik Indonesia (Foto: Dok Okezone)
Share :

PERBEDAAN integrasi nasional secara politis dan antropologis. Perlu diketahui, integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu Negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Integrasi sendiri berasal dari bahasa Inggris “Integrate” yang artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Baca Juga: Daftar Negara-Negara dengan Jumlah Penduduk Sedikit, Ada yang Cuma Ratusan Orang

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki masyarakat beragam baik suku, bangsa, ras, agama dan budayanya. Bangsa Indonesia menyadari dan menghormati perbedaan tersebut dan dipersatukan dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Tahukah kamu jika integrasi nasional dibedakan secara politis dan antropologis. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini:

Menurut buku Serba-Serbi Wawasan Kebangsaan dalam Konteks: Demokrasi, Kewarganegaraan, hingga Integrasi Sosial, perbedaan integrasi secara politis dan antropologis bisa dikatakan sangat hampir tidak ada. Pasalnya, secara garis besar keduanya memiliki kesamaan karena sama-sama bertujuan untuk menyatukan perbedaan.

Integrasi Nasional secara Politis

Menurut KBBI, integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Di Indonesia, proses penyatuan nasional dilakukan melalui kepemimpinan atas dasar pilihan rakyat.

Baca Juga:  Mengenal Trias Politica, Pembagian Kekuasaan Menurut Montesquieu

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya