Kota Batu Malang Belum Gelar PTM Meski Sudah Zona Kuning

Antara, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 17:23 WIB
ilustrasi: Okezone
Share :

KOTA BATU - Pemerintah Kota Batu hingga saat ini menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), meskipun wilayah tersebut saat ini telah memasuki zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, PTM di Kota Bogor Akan Kembali Dibuka)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyiningsih di Kota Batu, Jawa Timur, mengatakan bahwa pihaknya masih akan menunggu perkembangan terkait penyebaran virus corona hingga satu pekan ke depan dan kondisi kondusif sebelum para pelajar melakukan PTM.

"Selain itu, kami juga menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Batu untuk melakukan sekolah tatap muka," katanya.

Saat ini kata dia, setiap sekolah yang ada di wilayah Kota Batu telah memiliki fasilitas penunjang khususnya untuk penerapan protokol kesehatan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan tersebut, maka kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa langsung dilakukan begitu kondisi sudah dipastikan benar-benar kondusif.

"Juga ada pembatasan pemberlakuan jam pelajaran untuk mengantisipasi adanya kerumunan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari menambahkan, bahwa sesungguhnya wilayah Kota Batu sudah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka karena sudah memasuki zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

Namun, lanjutnya, ia juga menyetujui langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Batu untuk menunggu perkembangan terkait penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Masyarakat diharapkan bisa mematuhi protokol kesehatan ketat agar wilayah itu bisa masuk zona hijau.

"Kami harapkan masyarakat tidak terlena ketika Kota Batu ada di zona kuning. Kita harus menuju zona hijau, agar bisa membantu anak-anak kembali melakukan aktivitas sekolah seperti biasa," ujarnya.

Nantinya, jika sekolah tatap muka sudah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Batu akan melakukan pengawasan untuk meminimalisasi risiko penyebaran virus Corona. Pengawasan diperlukan agar tidak muncul kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Ketika anak-anak sudah sekolah, baru bisa kami lakukan tes," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya