"Untuk yang pertama ini kami memang fokus ke indukan, kami belum memberikan maggot tadi ke ternak ikan kami. Maggot yang ada ini kita jadikan indukan dulu," kataya.
Semakin banyaknya indukan maggot yang dihasilkan juga semakin banyak, guna memenuhi kebutuhan pakan bagi kelompok pembudi daya ikan di SMAN 1 Kurun.
"Jika produksi melimpah, tidak menutup kemungkinan maggot dipasarkan bagi masyarakat umum," katanya.
Ekskul budi daya maggot saat ini diikuti sekitar 100 siswa. Mereka dengan antusias mengikuti berbagai tahapan, termasuk dalam hal penyediaan sampah organik dari rumah masing-masing.
Dari ekskul ini, siswa diajarkan banyak hal, mulai dari manfaat sampah organik, budi daya maggot, pemanfaatan maggot, keuntungan yang diperoleh dari budi daya maggot, dan lainnya.
“Nantinya kami akan mempersilahkan siapa saja yang berniat belajar membudidayakan maggot untuk datang langsung ke SMAN 1 Kurun,” kata mantan Kepala SMAN 1 Sepang itu.
(Susi Susanti)