Saat ini, remaja kelas IX SMPN 2 tersebut memiliki delapan pasang indukan di belakang rumahnya yang berada di Kelurahan Ngaglik, Kacamatan Batu. Ia mengurus burung-burung tersebut biasanya pada sore hari usai bersekolah.
Ia menambahkan, untuk pengembangbiakan dan perawatan burung Murai Batu sendiri juga terbilang mudah. Untuk perawatan, ia memberikan makanan satu kali setiap hari dan membersihkan sangkar.
Sementara untuk pengembangbiakan, lanjutnya, ia hanya meletakkan sepasang burung Murai Batu dalam satu kandang saat sudah siap dikawinkan. Dari satu pasangan Murai Batu, biasanya akan menghasilkan 2-4 telur.
"Saya merawat saat sore hari sepulang sekolah. Memberi makan dan membersihkan kandang. Menurut saya ini lebih mudah dibanding burung lainnya," kata Fachri.
(Rahman Asmardika)