"Dengan terealisasinya link and match ini, para lulusan perguruan tinggi siap beradaptasi dengan dunia kerja, juga terjadi peningkatan kompetensi dan siap melahirkan pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian," kata Marzan.
Ia menambahkan, penilaian program magang dapat dikonversikan ke dalam 20 SKS mata kuliah sehingga program magang tidak akan memperpanjang masa studi mahasiswa.
"Indikator keberhasilan lainnya adalah salah satu peserta magang, Asep Firmansyah sejak November 2021 berhasil direkrut menjadi karyawan Asia Development Center di PT. Komatsu Indonesia. Asep direkrut setelah melewati beberapa proses rekrutmen dan penilaian kinerja yang baik selama magang," ucap Marzan.
"Mengingat Asep sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungan kerja di PT. Komatsu Indonesia. Harapan dari para pemasok adalah agar program ini dapat menjadi program yang berkelanjutan agar secara terus menerus terjadi improvement di bidang SLQDC," tutupnya.