Program Kampus Merdeka, Empat Mahasiswa ITI Melakukan Improvement Industri Alat Berat

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Kamis 23 Desember 2021 10:26 WIB
Program magang kampus merdeka/ ITI
Share :

JAKARTA – Indikator keberhasilan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khusunya kerja magang di industri salah satunya dengan melakukan revitalisasi industri alat berat melalui program link and match antara Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang Selatan dan PT. Komatsu Indonesia.

(Baca juga: Unair Kembangkan Aplikasi Kampus Merdeka untuk Mudahkan Mahasiswa)

Ketua Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia (ITI) Jones Victor Tuapetel mengatakan, Program MBKM khususnya kerja magang membawa manfaat untuk kedua belah pihak. "Manfaatnya dirasakan baik oleh pihak industri maupun perguruan tinggi," kata Jones Victor Tuapetel.

(Baca juga: Mengenal Kampus Merdeka dan Program Yang Bisa Dipilih Mahasiswa)

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Indonesia Dwita Suastiyanti menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

"Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia ITI melalui kerja sama dengan PT Komatsu Indonesia mengirim empat orang mahasiswa untuk melaksanakan kerja magang pada tanggal 5 April 2021. Kerja sama ini terjalin atas kerja sama yang baik antara Institut Teknologi Indonesia dengan Ikatan Alumni Mesin - ITI (IAM -ITI)," ujar Dwita.

Empat mahasiswa itu adalah Asep Firmansyah, Reza Nurrohman, Indra Wira Widyadhana dan Ismail Nur Fahmi. Para mahasiswa melakukan kerja magang selama 1 semester, terhitung dari April sampai dengan Oktober 2021.

Selama magang, para peserta menemukan beberapa defect pada proses manufaktur yang menurunkan SLQDC. Mereka juga berhasil memperoleh solusinya sehingga terjadi improvement SLQDC.

Asep Firmansyah berhasil menurunkan defect pada proses painting dan welding sampai dengan level 0 di PT Japra Mandiri. Sedangkan Reza Nurrohman berhasil mengidentifikasi alat bantu yang diperlukan untuk proses manufaktur.

Mahasiswa lainnya, Indra Wira Widyadhana berhasil membuat alat bantu (jig) untuk menggaransi dimensi produk sesuai standar.

Sementara itu, Ismail Nur Fahmi berhasil memperbaiki tata kelola manajemen drawing, control board dan mal copy cutting.

Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI) Marzan Aziz Iskandar menyampaikan bahwa dengan keberhasilan para peserta magang melakukan improvement, terbukti bahwa program MBKM khususnya kerja magang, sukses menjadi program link and match antara perguruan tinggi dan industri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya