Model jembatan yang dirakit di tempat diberikan beban 60 kilogram di tengah bentangnya. Kemudian, dilakukan pengukuran lendutan pada jembatan menggunakan dua dial gauge atau transducer. Lendutan pada jembatan buatan tim Haga memiliki nilai lendutan paling kecil di antara tujuh perguruan tinggi lainnya. “Lendutannya di bawah 0,5 milimeter, jadi kami memenangkan kategori Jembatan Terkokoh, mendapat juara 1 dan karena punya juara paling banyak di KJI juga mendapat gelar Juara Umum di sini,” ungkap mahasiswa angkatan 2019 ini.
Sementara itu, untuk KBGI Model Bangunan Gedung Bertingkat Baja Canai Dingin, ITS diwakilkan oleh Tim Fukuro yang beranggotakan Andy Adhyaksa dan Farhan Natanagara. Tim ini tak hanya mendapat Juara 1, namun juga memenangkan kategori Kinerja Seismik. Pada lomba ini, terdapat lima kategori yang dinilai yaitu Kreativitas dalam Rancang Bangun, Kesesuaian Implementasi terhadap Desain, Kinerja Seismik, Metode Pelaksanaan Konstruksi, serta Bangunan Masa Depan yang Ramah Lingkungan, Berkelanjutan, dan Tahan Gempa.