Setelah budi daya anggrek semakin banyak, kini berkembang dengan jual beli anggrek lewat media sosial. Hingga kini sebanyak 500 indukan anggrek berada di belakang pelajar kelas 3 SMA ini dan enam spesies di antaranya anggrek dendrobium strebloceros alba, lasianthera, dan strepsiceras.
Lewat media sosial rata-rata per bulan Setiawan bisa menjual 300 anggrek selama satu pekan, dan sebulan bisa sampai 1.500 batang anggrek, yang terjual ke berbagai daerah dan kota di Indonesia. Varian anggrek dijual dengan harga bervariasi mulai termurah Rp20 ribu hingga puluhan juta rupiah.
Dari hasil menjual anggrek ke berbagai daerah di Indonesia penghasilan putra pasangan Edy Soedjoko dan Dyah Wilujeng Ingtyas mencapai Rp40 juta. Uang ini digunakan Dani, sapaan akrab Setiawan, untuk ditabung, membeli spesies anggrek baru dan membiayai sekolah sendiri sejak kelas 1 SMA hingga kelas 3 SMA ini.
Kini, seiring berjalanya waktu, Dani juga bisa menciptakan lapangan pekerja baru bagi teman-teman sekolahnya. Di waktu luang teman-temannya diberi kesempatan untuk menjadi reseller anggrek dan membantu proses pengemasan anggrek yang akan dijual. Dari sini pula teman—teman Dani juga mendapat penghasilan.
(Rahman Asmardika)