Sukses Tekuni Budi Daya Anggrek Penghasilan Pelajar SMA Ini Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Sholahudin, Jurnalis
Senin 01 November 2021 16:01 WIB
Foto: ist.
Share :

MOJOKERTO - Bermula dari hobi menanam bunga, seorang pelajar SMA di Kabupaten Mojokerto sukses membudidayakan anggrek dengan berbagai jenis. Dari hasil budi daya dan jual beli anggrek tersebut, dia bisa menghasilkan cuan hingga Rp40 juta per bulan.

Tak hanya menghasilkan keuntungan besar dari usaha budi daya anggrek ini, Setiawan Ramadhani juga menciptakan lapangan pekerjaan untuk teman-teman di sekolahnya.

BACA JUGA: Koleksi Ratusan Anggrek, Taman Bunga Ini Jadi Objek Wisata Baru di Bali

Uniknya, nama-nama anggrek miliknya dari tokoh nasional seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, ibu Negara Iriana Joko Widodo, serta nama-nama kejadian di Indonesia seperti tenggelamnya kapal selam Nanggala.

Remaja berusia 18 tahun yang masih menempuh pendidikan di SMA 2 Kota Mojokerto itu setiap pulang sekolah disibukkan dengan menanam dan merawat anggrek di kebun belakang rumahnya, di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menanam bunga anggrek dilakukan untuk menciptakan spesies-spesies baru anggrek, sehingga muncul varian baru. Butuh ketelatenan tinggi untuk menanam dan merawat anggrek, mulai dari menciptakan anggrek baru dengan mengambil sari putik bunga, memindahkan anggrek ke pot kecil dan memindahkan anggrek ke pot besar dengan media dari arang kayu.

BACA JUGA: Berawal dari Hobi, Pasutri Raup Cuan dari Budidaya Anggrek

Keberhasilan Setiawan membudi dayakan anggrek dan menjualnya dilakukan sejak 2017 lalu, saat dia duduk di kelas 3 SMP. Awalnya hanya bunga biasa berbagai jenis, namun, saat diajak sang ibu ke kios bunga di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, dia melihat keindahan anggrek bulan atau phalaenopsis amabilis dan tertarik untuk membudi dayakanya hingga sekarang.

Setelah budi daya anggrek semakin banyak, kini berkembang dengan jual beli anggrek lewat media sosial. Hingga kini sebanyak 500 indukan anggrek berada di belakang pelajar kelas 3 SMA ini dan enam spesies di antaranya anggrek dendrobium strebloceros alba, lasianthera, dan strepsiceras.

Lewat media sosial rata-rata per bulan Setiawan bisa menjual 300 anggrek selama satu pekan, dan sebulan bisa sampai 1.500 batang anggrek, yang terjual ke berbagai daerah dan kota di Indonesia. Varian anggrek dijual dengan harga bervariasi mulai termurah Rp20 ribu hingga puluhan juta rupiah.

Dari hasil menjual anggrek ke berbagai daerah di Indonesia penghasilan putra pasangan Edy Soedjoko dan Dyah Wilujeng Ingtyas mencapai Rp40 juta. Uang ini digunakan Dani, sapaan akrab Setiawan, untuk ditabung, membeli spesies anggrek baru dan membiayai sekolah sendiri sejak kelas 1 SMA hingga kelas 3 SMA ini.

Kini, seiring berjalanya waktu, Dani juga bisa menciptakan lapangan pekerja baru bagi teman-teman sekolahnya. Di waktu luang teman-temannya diberi kesempatan untuk menjadi reseller anggrek dan membantu proses pengemasan anggrek yang akan dijual. Dari sini pula teman—teman Dani juga mendapat penghasilan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya