"Sehingga kita bisa mengikuti dinamika di dunia kerja dan teknologi sehingga dalam waktu pendek kita bisa beradaptasi dengan perubahan ini," ungkapnya.
Dia juga mengatakan, untuk menyiapkan SDM di masa depan maka pengembangan kompetensi-kompetensi baru sangat penting. Misalnya kompetensi di bidang digital analytic, cyber security, IoT dan juga deep learning.
Oleh karena itu, ujar Nizam, melalui MBKM ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk bisa menyesuaikan kompetensinya dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja.
Dalam kesempatan yang sama sama, Kepala ICE Institute Prof Paulina Pannen menyampaikan, ICE institute sudah diresmikan pada 28 Juli 2021 lalu dan sudah berjalan sebagai lokapasar mata kuliah daring di indonesia.
Saat ini, katanya Paulina, ICE Institute mempunyai 1381 mata kuliah daring dari EdX. Kemudian 165 mata kuliah dari konsorsium ICE institute. Konsorsium ICE Institute sendiri saat ini terdiri dari 14 perguruan tinggi di Indonesia ditambah dengan mitra EdX.
"Jumlah mahasiswa yang menempuh kuliah di ICE Institute saat ini ada kurang lebih 3.700 orang dan yang sudah lulus dari beberapa mata kuliah EdX sampai saat ini ada 220 orang," ungkap Paulina.