Dalam kesempatan itu Rektor juga menyebutkan beberapa keunggulan yang dimiliki Unair, terkhusus dalam hal riset kesehatan. Salah satunya adalah sarana prasarana penelitian berupa Laboratorium Biosafety Level–3 (BSL-3) yang merupakan laboratorium terbesar se Asia Tenggara.
Pihaknya pun menegaskan kesiapan Unair berkontribusi bersama Kemhan mengembangkan IPTEK yang bertujuan mendukung pertahanan negara.
“Kami siap berkontribusi sesuai kapasitas yang kami punya, dengan ikhtiar dan upaya yang maksimal,” ucapnya.
(Angkasa Yudhistira)