Aplikasi ParuKu merupakan salah satu solusi inovatif dari 16 tim peserta dalam kompetisi NUS Medical Grand Challenge 2021 yang dinilai oleh panel juri yang memiliki latar belakang kepakaran dari berbagai industri seperti teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan teknik. Setiap tim mewujudkan proposal mereka dan ide-ide mereka dinilai berdampak pada perawatan kesehatan, inovasi, strategi bisnis, pemasaran, dan komersialisasi.
Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengungkapkan rasa senang dan bangganya akan prestasi yang berhasil dicapai oleh tim ParuKu.
“Apa yang dicapai oleh tim ParuKu sekali lagi membuktikan bahwa pandemi tidak boleh menjadi halangan bagi sivitas UI untuk terus mencapai prestasi. Tetap semangat dalam berinovasi dan berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya mengucapkan selamat bagi tim ParuKu. Saya juga mengapresiasi para pembimbing yang tidak kenal lelah dalam mempersiapkan mahasiswa dengan semaksimal mungkin. Semoga prestasi yang diraih dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang selama kuliah di FKUI,” katanya melalui siaran pers.
Sementara itu, Pejabat Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan karya inovatif hasil kolaborasi multidisiplin mahasiswa UI.
“Kompetensi mahasiswa bidang TIK menjadi sarana solutif bagi permalasahan di bidang kesehatan. Mudah-mudahan kolaborasi lintas disiplin ini dapat terus kita tingkatkan sebagai kontribusi nyata insan pendidikan bagi bangsa,” ujarnya.
Mutiara Auliya Firdausy, salah seorang anggota Tim ParuKu berharap aplikasi ini dapat secara luas dimanfaatkan di banyak daerah dan dapat membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Farhana Ibrahim Syuaib menambahkan,
“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing kami, yakni Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D. yang senantiasa mendukung kami selama enam bulan menjalani rangkaian kegiatan,” pungkasnya. (din)
(Rani Hardjanti)