Mahasiswa UGM Bikin Prototipe Kaki Peraga Edukasi Titik Saraf Refleksiologi

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Rabu 25 Agustus 2021 18:31 WIB
Universitas Gajah Mada (foto: ist)
Share :

Sampai saat ini, kata dia, belum terdapat alat peraga yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ilmu pijat refleksi atau disebut dengan istilah refleksiologi. Kegiatan pelatihan biasanya dilakukan menggunakan kaki asli sehingga bergantian antar peserta sehingga proses edukasi tersebut hanya dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan membutuhkan instruktur.

Di era pandemi Covid-19 saat ini kegiatan pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) pijat refleksi otomatis tutup. Sementara cara paling optimal untuk pelatihan hanya dapat dilakukan dengan kegiatan pelatihan refleksiologi secara daring.

“Itupun saya kira penuh dengan keterbatasan baik dari metode daringnya maupun efektivitas pemahaman yang diterima penyandang tunanetra. Melihat kondisi tersebut, Smart Massage Tools tentu merupakan media edukasi yang tepat untuk digunakan sebagai solusi keterbatasan proses belajar akibat pandemi Covid-19 ini,” ucap Krida.

Prototype inipun telah diujicobakan di SLB-A Yayasan Kesejahteraan Tunanetra (Yaketunis) Yogyakarta pada 12 Agustus 2021. Dalam uji coba tersebut, tim melibatkan tiga narasumber yaitu Widodo (Ahli Pijat Refleksi DIY, Pengajar Keterampilan Pijat di SLBA Yaketunis Yogyakarta), Ratna Dyah Astuti, S. Pd (Pengajar Keterampilan Pijat di SLBA Yaketunis Yogyakarta) dan Dwi Nugroho (Mantan Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia DIY dan Pendiri Panti Pijat).

“Saya coba dan alat ini jelas sangat membantu untuk menghafalkan nama-nama titik saraf dalam refleksi,” ungkap Widodo.

Dwi Nugroho menambahkan, bagian dalam telapak kaki Smart Massage Tools terdiri atas tombol-tombol titik saraf yang disusun berdasarkan titik-titik saraf inti yang terdapat pada telapak kaki manusia. Dengan tombol-tombol semacam ini tentunya para penyandang tunanetra manapun bisa menggunakan alat ini dengan mudah.

“Alat peraga ini sangat informatif dan menghafalnya juga mudah karena sesuai dengan titik-titik yang ada di sini. Harapannya, dengan adanya prototype ini kompetensi penyandang tunanetra terkait pijat refleksi dapat optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas mereka,” papar Dwi Nugroho. (din)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya