Inovasi ini juga diklaim dapat membantu mengurangi produksi semen yang memiliki dampak buruk dari karbon dioksida yang dihasilkan.
“Sebelum limbah tersebut kami gunakan sebagai bahan pengganti semen, kami mengolahnya terlebih dahulu guna menghilangkan zat-zat organik pada limbah tersebut,” terangnya dilansir dari laman resmi UNS di uns.ac.id, Senin (23/8/2021).
Dari aspek ekonomi, inovasi beton ini mampu menekan biaya sebesar 8,94% dibanding dengan harga beton normal. Serta dalam pengaplikasiannya, beton ini dapat digunakan dalam pembuatan jalan dan beton pracetak.
Inovasi tersebut nyatanya membuahkan hasil yang baik. Tim SS-02 MINION mendapatkan kuat tekan beton sebesar 30 megapascal (Mpa) yang diuji dalam waktu 7 hari.