Ia menjelaskan peternak dapat mencoba sistem SaaS (Softeware as a Service) tersebut di alamat saas.broilerx.com untuk mempermudah dalam proses pengelolaan administrasi peternakan. Dengan sistem tersebut, peternak dapat memantau kondisi kandang dengan aplikasi BroilerX yang dapat diinstal di handphone.
“Aplikasi ini dapat menampilkan fitur online recording, stok, grafik performa kandang, dan sebagainya," ucapnya.
Sementara itu, Yutiman selaku Engineer KMTek PT Karya Merapi Teknologi mengatakan BroilerX menggunakan Lora (Long Range), yaitu suatu pengembangan hardware yang di dalamnya terdapat modul komunikasi low power yang dapat mentransmisikan data dengan rentang sejauh 15 km tanpa menggunakan paket data sehingga cocok dipasang di lingkungan pedesaan yang sulit sinyal internet. Setting dari alat Lora ini dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan media wifi atau bluetooth dan akan terkoneksi ke software dan dapat dipantau datanya dari software tersebut secara realtime dan online.
“IoT merupakan keniscayaan karena sekarang adalah era smart farming. Masyarakat sehari-hari telah terbiasa dengan IoT. Semua berbasis big data, basis internet dengan TI bisa dikemas sedemikian rupa sehingga bisa mendukung industri peternakan," paparnya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng., mengapresiasi tim BroilerX dalam upaya mewujudkan smart farming di kandang closed house. BroilerX merupakan upaya mengejar ketinggalan dan ini merupakan karya anak bangsa yang bisa meramaikan start up.
Ia sangat mendukung lahirnya BroilerX yang memudahkan petani peternak yang dapat memantau ternak hour by hour yang terjadi di dalam kandang (temperatur, kelembapan, kadar amoniak). Bahkan, mampu mendeteksi penyakit.
“BroilerX ini sangat memudahkan para user menjadi peternak yang benar-benar modern yang dapat mengontrol kandang dari jarak jauh," terangnya. (din)
(Rani Hardjanti)