JAKARTA - Keterbatasan akses ekonomi tidak menjadi penghambat bagi para pelajar untuk mengakses Pendidikan yang berkualitas. Kemendikbudristek pun sejatinya telah mengeluarkan program Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan belajar sesuai kebutuhan anak dengan aman dan nyaman dan memperhatikan bakat alami anak.
Gambaran ideal tentang program Merdeka Belajar tersebut, relevan dengan kisah Wahyu Raihan, alumnus Sekolah Global Sevilla. Sebelum mengetahui kisah Wahyu Raihan lebih lanjut, mari berkenalan dengan orang tua dari Wahyu.
Baca juga: Kemendikbudristek : Kampus Merdeka untuk Kemajuan Bangsa
Ayahnya bernama Triyono yang mencari nafkah sebagai Teknisi Air Conditioner dan ibunya bernama Endang Suwartini yang menopang keluarga sebagai Ibu Rumah Tangga.
Ayahnya, sesuai dengan kemampuan ekonominya, selalu mendukung apa yang Wahyu ingin lakukan berhubungan dengan hobi, minat, dan bakatnya.
Baca juga: Ini 4 Tips Jadi Mahasiswa Baru di Masa Pandemi
Wahyu menyukai seni rupa, dan Ayahnya selalu mendukungnya, misalnya membelikan peralatan untuk melukis, lalu memberi kebebasan untuk memilih dan menekuni apa yang Wahyu sukai.
Perjuangan Wahyu menjadi penerima beasiswa dimulai dari Lulus Sekolah Dasar, Nilai di ijazah SD Wahyu, rendah sehingga tidak memenuhi syarat masuk SMP negeri. Wahyu pun ingin masuk SMP swasta, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup.