Kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengadu konsep dan rancangan Formula Student Electric Vehicle Powertrain Package serta menguji pemahaman sistem manajemen dalam industri mobil listrik.
Sebelum pandemi Covid-19, tim Arjuna UGM setiap tahun mengikuti kompetisi berskala internasional Japan Formula Society Automotive Engineer (FSAE) yang diselenggarakan di Prefektur Shizuoka, Jepang.
"Hal ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu ikut dalam peradaban perkembangan mobil listrik dunia," kata ketua generasi ke-9 tim Arjuna UGM, Inherenta Muhammad Amarutsli.
Inherenta menuturkan, tim mobil listrik Arjuna UGM ingin menjadi tim pengembang mobil listrik berbasis riset terbaik di Asia. Tim secara aktif melakukan evaluasi untuk melakukan perbaikan. (din)
(Rani Hardjanti)