YOGYAKARTA - Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas pengembangan kemasan makanan yang aman bagi kesehatan, dan ramah lingkungan dari rumput laut sebagai pengganti kemasan styrofoam.
“Keberadaan rumput laut di Indonesia cukup melimpah dan berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan di masa depan yang aman dan ramah lingkungan,” papar ketua tim pengembang, Ilham Firdhausi, seperti dikutip dari ugm.ac.id.
Baca juga: UGM Sabet 14 Medali di Ajang KN MIPA 2021
Gagasan pengembangan bioplastik dari rumput laut ini lahir dari pemikiran Ilham bersama dengan teman satu fakultasnya di Fakultas Teknologi Pertanian yakni I Nyoman Anggie Pratishta dan Arif Ramadhan serta Dimas Wahyu Prasetyo dari Fakultas Biologi di bawah bimbingan Andika Wicaksono Putro, S.T.P., M.Sc. Konsep tersebut berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Kemdikbudristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Futuristik (PKM-GFK) 2021.
Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kerumunan
Ilham menjelaskan pemilihan rumput laut sebagai bahan kemasan karena di dalamnya mengandung senyawa karagenan. Senyawa ini merupakan salah satu fikokoloid yang menunjukkan kemampuan pembentukan film yang sangat baik.
Dalam pembuatan bioplastik rumput laut ini menggunakan karagenan sebagai bahan utama. Lalu, diberikan penambahan bahan pendukung yaitu gliserol, air dan beeswax. Berikutnya, karagenan dicampur dengan air dan gliserol untuk dipanasakan lalu diberikan tambahan beswax. Setelah larut lalu disaring yang selanjutnya dicetak sebagai kemasan makanan. Terakhir dilakukan proses pengeringan sebelum siap digunakan.