Sementara itu, Wakil Rektor bidang Inovasi dan Bisnis/Kepala LKST IPB University, Erika B. Laconi mengatakan, workshop ini dapat memberikan kontribusi dosen terhadap masyarakat, menghasilkan prototipe, menghasilkan paten, dan juga sebagai wujud kinerja dosen.
"Pengembangan inovasi tetap dilakukan, hasil karya kita tetap memberikan kontribusi meskipun dalam kondisi pandemik. Inovasi minuman ke depannya bisa kita lakukan uji produksi di gedung teaching industry," kata dia.
Ia berharap penyusunan RAB oleh para inovator nantinya bisa sesuai dengan pertanggungjawaban keuangan dan peraturan yang ada.
"Setiap tahun inovasi bertambah, oleh karena itu LKST IPB University akan perjuangkan untuk pendanaan dalam mengembangkan inovasi sebagai prioritas nasional," ujarnya.
Seleksi inovasi prospektif dan minuman fungsional dilakukan dengan menghadirkan 12 pengulas dari tim LKST/Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis IPB University, yang bertugas menyeleksi dan melakukan wawancara terhadap inovator yang mengajukan inovasinya. (din)
(Rani Hardjanti)