SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan dan meluncurkan PlasmaHub, platform digital untuk mempersingkat waktu matching antara pendonor dan pemohon PK. Hal itu dikarenakan banyaknya permohonan plasma konvalesen (PK) tidak sebanding dengan stok yang tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI).
Rektor ITS Prof Ir Mochamad Ashari MEng PhD mengatakan, PlasmaHub dirancang dan didesain dengan konsep user friendly karena digunakan secara menyeluruh oleh berbagai stakeholder di Indonesia.
“Mulai dari pendonor, penerima donor, hingga pengelola donor PK diharapkan dapat memanfaatkan PlasmaHub ini dengan baik,” tutur guru besar Teknik Elektro yang akrab disapa Ashari ini, seperti kutip dari its.ac.id, Sabtu (24/7/2021).
Baca juga: Mahasiswa ITS Daur Ulang Limbah Kertas HVS sebagai Bahan Baku Industri
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 ITS Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD memaparkan, PlasmaHub yang berbasis web ini berfungsi untuk mempercepat bertemunya pendonor PK dengan pasien Covid-19.
“Kecepatan ini diharapkan dapat memanfaatkan golden time dari pasien tersebut,” tambahnya.
Baca juga: Mahasiswa Ini Ciptakan Smart Jacket untuk Bantu Pencarian Korban di Jalur Pendakian
Lalu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Rois Sunandar Maming mengatakan, hampir setiap hari permintaan terhadap donor PK diterima oleh pengurus HIPMI. Namun, masih saja ada nyawa yang tidak tertolong karena kurangnya stok PK, serta tidak menemukan donor yang sesuai.
“Hadirnya PlasmaHub ini bisa membantu mempertemukan pasien dengan donor yang tepat secara singkat dan menggugah penyintas Covid-19 untuk mendonorkan PK,” terang Rois.