Dukungan dari teman-teman sejawat pun diterima Aldi. Tidak hanya itu, para dosen pembimbing dan penguji, yaitu Rasus Budhyono, M.Hum., Tisna Prabasmoro, M.Hum., Ratna Erika Mawarrani, M.Hum., dan Randy Ridwansyah, M.Hum., juga turut memberikan dukungan dan keleluasaan bagi Aldi.
Bahkan, sidang skripsi Aldi juga dihadiri langsung Dekan FIB Unpad yang juga Guru Besar di Prodi Sastra Inggris Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD.
Saat yudisium, Aldi tidak menyangka bisa lulus dan meraih nilai terbaik yaitu “A”. Ia pun berhasil meraih IPK 3,4.
“Awalnya saya bingung kenapa bisa A. Perasaan saya sedang tidak fit. Walaupun sudah lakukan yang terbaik, saya sadar kalau saya lagi sakit,” terangnya.
Lewat hasil ini, Aldi mendorong mahasiswa lain, terutama yang sedang menjalani isolasi mandiri, untuk tidak menjadikan sakit sebagai sebuah halangan.
”Saya rasakan sendiri, sakitnya Covid-19 bukan karena fisik, tapi lebih karena beban mental. Jadi jangan terlalu banyak pikiran, kalau misalnya punya tanggung jawab mending selesaikan, jangan ditunda-tunda,” pungkasnya. (din)
(Rani Hardjanti)