Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Raih 2 Perak di Kompetisi Robot Internasional

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Rabu 30 Juni 2021 14:45 WIB
Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)
Share :

Untuk mendorong prestasi para siswa, kata Dadang, membentuk divisi prestasi untuk menggenjot program-program unggulan sebagai wujud pengembangan minat dan potensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

SIKK mengirimkan tiga tim dalam ajang ini, yaitu Ahmad Ryzki dan M. Khoirul Izzan JF untuk kategori Virtual Robot Programming Challenge (usia 13-15 tahun), Alfian Sulfiza dan Fauzan Hafiz untuk kategori Mobile Robot CAD Challenge (usia 16-17 tahun), serta Jowie Jonathan Babo untuk kategori STEM-Robotics Pitch Challenge (usia 16-17 tahun).

Kontestan Fauzan Hafiz dan Alfian Sufilza yang bertanding di kategori Mobile Robot CAD Challenge, menampilkan karya mereka berupa Pince Beetle. Keduanya merupakan peserta didik jenjang SMA dan SMK. Robot tersebut terinspirasi oleh serangga kumbang japit dan didesain untuk mampu menggapai serta memindahkan suatu objek ke tempat yang lebih tinggi.

“Mengikuti aturan perlombaan, robot tersebut menggunakan perangkat lunak SnapCad untuk menggerakkan lengan robot yang dilengkapi dengan penjepit yang bisa mengambil serta memindahkan objek. Robot juga dilengkapi roda karet sehingga mampu bergerak ke segala arah,” jelas Dadang.

Mobile Robot CAD Challenge merupakan cabang lomba yang mengharuskan peserta mendesain robot seluler virtual dengan mengikuti spesifikasi yang diberikan menggunakan perangkat lunak SnapCAD.

Untuk menyelesaikan tantangan, peserta harus menyerahkan dokumen perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) kepada penyelenggara sebelum batas waktu berakhir, lalu mempresentasikan Robot Seluler CAD yang dibuat.

Sedangkan dalam cabang lomba STEM-Robotics Pitch Challenge, Jowie Jonathan Bobo, peserta didik jenjang SMA, mengambil tema “Application of Robotics Invention for Smart Community”. Dalam kategori ini, peserta diminta untuk mempresentasikan ide dalam bentuk pidato singkat terkait dengan peran robot dalam membantu kehidupan.

“Ide Bobo adalah mengkombinasikan Robot Pepper dengan G-Nose dalam rangka mengurangi resiko para petugas kesehatan dari Covid-19. Alat G-Nose dimodifikasi sehingga bisa dipasang pada robot yang selanjutnya bertugas untuk mengambil sampel nafas sekaligus melakukan pengujian. Dengan robot tersebut, petugas tidak perlu berinteraksi dengan orang untuk proses pengujian,” jelas Dadang.

Sementara itu, Virtual Robot Programming Challenge merupakan salah satu cabang lomba dengan tantangan setiap peserta harus menyelesaikan misi di taman bermain virtual dengan memprogram robot menggunakan program blok berbasis web (disk transport) kemudian hasil tugasnya dikirimkan kepada panitia berupa vr block file dan flowchart/ pseudo code ke penyelenggara.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya