Novi, Perempuan Hebat di Balik Keberhasilan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Antara, Jurnalis
Selasa 02 Maret 2021 14:35 WIB
Kepala Divisi Surveilens dan Riset Klinis Bio Farma, Dr. Novilia Sjafri Bachtiar dr MKes. (Foto: Antara/Dok Pribadi)
Share :

Peran ganda

Sebagai perempuan yang memiliki peran ganda, Novi mengaku harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan perannya sebagai ibu serta istri. Ia berusaha menyeimbangkan keduanya. Meskipun pekerjaannya menuntutnya untuk sering bepergian ke luar kota bahkan luar negeri.

“Karena pekerjaan saya dibidang uji klinis, menguji produk baru pada manusia, banyak bekerja sama dengan institusi lain di dalam dan luar negeri. Itu yang membuatnya terbiasa bepergian,” kata Novi yang memiliki satu putri dan dua putra itu.

Anak-anaknya pun sudah terbiasa dengan pekerjaan yang menuntutnya untuk bepergian tersebut. Walaupun demikian, dengan bantuan teknologi ia berusaha untuk terus mendampingi anaknya dalam situasi apapun.

Sebelum pandemi Covid-19, ia berusaha meluangkan waktu seharian untuk berkumpul bersama keluarganya. Pada hari itu, mereka saling mengobrol dan bercengkrama, menciptakan bonding antar-anggota keluarga.

Novi yang juga dosen tamu di Universitas Gadjah Mada tersebut juga aktif dalam melakukan publikasi. Setidaknya terdapat 23 publikasi internasional dan 16 publikasi di jurnal nasional.

Dia juga ikut menulis dua buku mengenai vaksin di Indonesia dan empat buku internasional yang juga membahas mengenai vaksin. Sejumlah penghargaan pernah diterimanya diantaranya meraih beasiswa mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, serta menerima penghargaan donor darah 20 kali dan 50 kali dari Bio Farma.

Dalam kesempatan itu, Novi berpesan pada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun saat ini sudah ada vaksin COVID-19. Hal itu dikarenakan situasi pandemi, sehingga harus menerapkan keduanya.

“Jika masih ragu dengan vaksinasi, jangan bertanya pada sumber yang tidak jelas. Ambillah informasi dari sumber yang terpercaya seperti Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bio Farma. Supaya tidak salah arah dan interpretasi, jadi harus berhati-hati dalam memilih sumber untuk dipelajari,” imbuh Novi.

Program vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah bertujuan untuk membangun kekebalan kelompok (herd immunity), berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk memperbanyak jumlah kelompok dan warga masyarakat yang mendapatkan vaksin. Vaksin Merah Putih adalah salah satu terobosan dari vaksin anak bangsa yang sedang disiapkan untuk memperluas kekebalan kelompok sehingga pandemi COVID-19 dapat segera diatasi.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya