JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggunakan Genose untuk meningkatkan kapasitas surveillance Covid-19 di provinsi tersebut.
Ia pun telah memesan 100 alat yang diutamakan untuk digunakan di rumah sakit serta puskesmas.
"Saya tadi mencoba, sangat simpel hanya dengan meniup nafas, dalam waktu 3 menit sudah keluar hasilnya. Kami mau beli 100, tapi saat ini baru dapat 35," ungkap Ganjar saat menyambangi lokasi produksi Genose di Science Technopark (STP) UGM, seperti dikutip dari laman UGM, Kamis (7/1/2021).
Pengadaan Genose saat ini masih terhambat ketersediaan alat yang terbatas. Alat deteksi ini sendiri baru mendapat izin pada 24 Desember 2020, sehingga jumlah alat yang telah diproduksi belum cukup untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Ganjar mengungkapkan, jika kapasitas produksi sudah mencukupi, diharapkan lebih banyak alat Genose yang dapat diterapkan di puskesmas dan juga fasilitas umum di Jawa Tengah.
Baca Juga: Pendaftaran SNMPTN-SBMPTN 2021 Dimulai Hari Ini
"Kalau semua Puskesmas bisa, itu bagus sekali. Tempat umum juga, tapi itu prioritas berikutnya karena saat ini produksinya belum banyak," terangnya.
Ganjar mengunjungi STP UGM bersama perwakilan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melihat langsung cara kerja Genose serta aktivitas produksi yang dilakukan.